SMPIT AZ-ZAHRA
Bahasa Arab kelas 8 - 21 maret 2020
➧ sebelumnya absen tulis
hadir dan keterangan nama pada kolom komentar !
ุงูุณَّูุงَู
ُ ุนََُْูููู
ْ َูุฑَุญْู
َุฉُ ุงِููู َูุจَุฑََูุงุชُُู
ุงَْููุงً َูุง
ุงูุทُูุงَّุจِْู
ุตَุจَุงุญُ
ุงْูุฎَْูุฑِ....
ََْููู
ุญَุงُُููู
ُ ุงَْููุคْู
َ , ุฃَุฃَْูุชُู
ْ ุจِุฎَْูุฑِ ؟؟؟
ุฃَุฃَْูุชُู
ْ
ู
َِู ุงْูู
ُุณْุชَุนِุฏَُْูู َِููุชَุนََّูู
ُ ุงُّููุบَุฉُ ุงْูุนَุฑَุจَِูุฉِ ؟؟
Baiklah murid-muridku yg dirahmati oleh Allah SWT, Kita akan melanjutkan pelajaran Bahasa Arab.
Terakhir dari pembahasan kita sudah sedikit menyinggung perihal bab
ISMUL ISTIFHAM ََْููู (Bagaimana), Kata ini biasanya digunakan untuk menanyakan keadaan pada suatu waktu, silahkan supaya bisa lebih paham pelajari ulang pada buku bahasa arab kalian halaman
57 , untuk hari ini kita melanjutkan bab selanjutnya yaitu
fi'il madhi dan
fi'il mudhari (Silahkan dibuka buku b.arab hal.57). Berikut penjelasan singkatnya :
Tanda Fi’il Madhi
ูุงูู
ุงุถู ู
ูุชูุญ ุงูุงุฎุฑ ุงุจุฏุง
Fi’il madhi huruf akhirnya selamanya di fathah-kan.
Contoh; َูุตَุฑَ ; ุนَِูู
َ ; ุถَุฑَุจَ ; ุญَุณَُู ; ุงَْูุฑَู
َ
Perlu diketahui bahwa yang dimaksud dengan di fathah-kan huruf akhirnya ialah fathah secara lafadz, seperti contoh di atas, dan fathah secara perkiraan, seperti:
ุฑَู
َู، ุฏَุนَู، ََููู ; fathah akhir yang diperkirakan juga bilamana fi’il madzinya bertemu dengan dhamir rafa’ (dhamir yang dirafa’kan) karena menjadi fa’ilnya,
[1] seperti;
ุนَุฑَْูุชُ، َูุตَุฑْุชُ، َูุนَْูุชُ
Di dalam kitab ‘Imrithy juga dijelaskan sebagai berikut;
ูุงูู
ุงุถู ู
ูุชูุญ ุงูุงุฎุฑ ุงู ูุทุน * ุนู ู
ุถู
ุฑ ู
ุญุฑّู ุจู ุฑูุน
Fi’il madhi itu selalu di fathah-kan huruf akhirnya jika terlepas (tidak bertemu) dari dhamir mutaharrik yang di rafa’kan.
Tanda Fi’il Mudhari’
ูุงูู
ุถุงุฑุน ู
ุง ูุงู ูู ุฃَููู ุงุญุฏู ุงูุฒَูุงุฆุฏ ุงูุงุฑุจุน ูุฌู
ุนูุง ูููู ุงููุช ููู ู
ุฑููุน ุงุจุฏุง ุญุชّู ูุฏุฎู ุนููู ูุงุตุจ ุงู ุฌุงุฒู
Fi’il mudhari’ yaitu fi’il yang diawali dengan salah satu huruf zaidah yang berjumlah empat yang terhimpun dalam lafadz ุงََْููุชُ (hamzah, nun, ya’, ta’) dan selamanya di rafa’kan, kecuali dimasuki amil yang me-nashabk-an atau yang men-jazm-kan (maka harus disesuaikan dengan amilnya).
Maksudnya:
Fi’il mudhari’ itu harus selalu dirafa’kan huruf akhirnya dan huruf awalnya harus memakai salah satu dari huruf zaidah yang berjumlah empat, yaitu hamzah, nun, ya’, dan ta’, seperti contoh berikut;
َْููุนَُู = Dia sedang melakukan (sesuatu)
ุชَْูุนَُู = Kamu sedang melakukan (Sesuatu)
ุฃَْูุนَُู = Aku sedang melakukan (sesuatu)
َْููุนَُู = Kami (kita) sedang melakukan (sesuatu)
Kiaskanlah arti fi’il-fi’il mudhari’ yang lainnya. Kecuali kalau dimasuki amil yang me-nashab-kan, maka harus di nashab-kan, seperti: َْูู َْููุนََู، ุงَْู َْููุนََู، َِْูููุนََู، َْูู َْููุนََู atau dimasuki amil yang men-jazm-kan, maka harus di-jamz-kan, seperti: َูู
ْ َْููุนَْู، ุงِْู َْููุนَْู، ู
َْู َْููุนَْู؟
Perlu diketahui, bahwa fi’il mudhari’ itu ada yang dirafa’kannya secara lafadz seperti contoh di atas tadi, dan ada pula yang secara perkiraan, seperti: َูุจِْْูู، َูุฏْุนُْู، ََْูููู
Ada pula fi’il mudhari’ yang mu’tal akhir (huruf akhirnya bertemu dengan huruf ‘illat) seperti;
ََْูููู، َูุฏْุนُْู، َูุฑْู
ِْู ; ketika di-nashab-kan maka menjadi:
َْูู ََْูููู، َْูู َูุฏْุนَُู، َْูู َูุฑْู
َِู ; tetapi ketika di-jazm-kan maka huruf ‘illatnya harus dibuang,
[2] seperti:
َูู
ْ َูุฏْุนُ، َูู
ْ َูุฑْู
ِ
Terkait dengan hal ini juga dijelaskan dalam nadham ‘imrithy, yaitu sebagai berikut:
ูุงูุชุชุญูุง ู
ุถุงุฑุนุง ุจูุงุญุฏ * ู
ู ุงูุญุฑูู ุงูุงุฑุจุน ุงูุฒّูุงุฆุฏ
ูู
ุฒ ูููู ููุฐุง ูุงุก ูุชุงุก * ูุฌู
ุนูุง ูููู ุงููุช ูุง ูุชู
Para ahli nahwu mengawali fi’il mudhari’ dengan salah satu dari huruf zaidah yang berjumlah empat, yaitu hamzah, dan nun, demikian pula ya’ dan ta’ yang terhimpun pada lafadz ุงََْููุชُ َูุง َูุชَู (wahai pemuda! Engkau telah mendekatkan diri)
ุฑูุน ุงูู
ุถุงุฑุน ุงّูุฐู ุชุฌุฑّุฏุง * ุนู ูุงุตุจ ูุฌุงุฒู
ุชุฃุจّุฏุง
Fi’il mudhari’ yang terbebas dari amil yang me-nashab-kan dan men-jazm-kan selamanya harus rafa’.
[3]
CONTOH FI'IL MADHI dan MUDHARI' SESUAI DHOMIRNYA :
berikut penjelasan detailnya klik link dibawah ini :
berikut penjelasan video klik link dibawah ini :
TUGAS :
➤ Salin dan rangkum penjelasan fi'il madhi dan mudhari diatas beserta tabelnya pada buku tulis bahasa arab kalian
➤ Buatlah contoh kalimat masing-masing 5 kalimat - Kaifa (5 kalimat), Fiil Madhi (5 kalimat), Fiil mudhari (5 kalimat)
➤ Kerjakanlah pada buku tulis bahasa arab kalian
➤ Jangan lupa beri nama lengkap, kelas, tanggal dan tanda tangan ortu kalian dibawahnya
➤ foto hasil tugas kalian dan foto kalian ketika mengerjakan (harus jelas) kirim ke nomor wa guru mapel tersebut (ust.thoriq) atau kirim ke email smpazzahrademak@gmail.com
➤ Batas akhir pengumpulan 21 maret 2020 nanti malam jam 21.00.
➤ Jika ada pertanyaan bisa tanya ke teman yg paham atau tanya ke guru pengampu (ust,thoriq) via dm wa
Farid Muzacky (hadir)
BalasHapus*sahasikaaaaaa* hadir๐๐ผ♀️๐๐ผ♀️๐๐ผ♀️๐๐ผ♀️๐๐ผ♀️๐๐ผ♀️๐๐ผ♀️๐๐ผ♀️๐๐ผ♀️๐๐ผ♀️๐๐ผ♀️๐๐ผ♀️๐๐ผ♀️๐๐ผ♀️๐๐ผ♀️๐๐ผ♀️๐๐ผ♀️๐๐ผ♀️๐๐ผ♀️๐๐ผ♀️
BalasHapusRouf hadir
BalasHapusZahra hadiirrr
BalasHapusHAdir muiz
BalasHapusHadir (ulhaq)
BalasHapus